Minggu, 08 Oktober 2017

Pengertian 3D Printing

Di zaman yang serba canggih ini, percetakan menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Mencetak bisa dilakukan dengan media apa saja, bukan hanya sekedar kertas. Salah satu jenis percetakan yang sedang populer saat ini adalah 3d printing. Teknologi terbaru dalam dunia percetakan ini mampu mewujudkan apa yang ada dalam imajinasi manusia pada bentuk yang bisa dirasakan melalui sentuhan dan terlihat lebih nyata. Menggunakan 3D printer maka Anda bisa menciptakan benda padat dengan sudut pandang tiga dimensi yang dibuat dari desain digital. Menariknya lagi, bentuk 3D ini tidak hanya bisa dilihat namun juga bisa mengeluarkan suara dan dipegang layaknya benda padat pada umumnya. Dilihat dari cara kerjanya, sebenarnya cetakan 3D ini hampir serupa dengan jenis printer inkjet. Hanya saja, 3D printer tidak menggunakan tinta tapi bahan lain seperti plastik molten wax yang dikombinasikan dengan bahan lain agar dapat menghasilkan objek padat seperti yang diinginkan.

3D Printing dan Cara Kerjanya
3D printing seringkali dikenal dengan nama Additive Layer Manufacturing. Sebenarnya, jenis printer modern ini sudah ada sejak tahun 1980an. Tapi printer ini baru di perkenalkan secara komersial sejak tahun 2010an. Sejak kemunculannya, teknologi 3D printer ini semakin berkembang baik dari segi fitur maupun spesifikasi. Alat percetakan ini juga dipakai oleh banyak industri mulai dari fashion, militer, arsitektur, industri medis, otomotif, sistem informasi geografis, biotech dan lain sebagainya. Pada dasarnya, ungsi dari teknologi ini adalah menghasilkan benda padat. Berbeda dengan printer biasa yang hanya menggunakan selembar kertas 2D. Printer 3D ini muncul untuk melengkapi printer 2D yang selama ini dipakai sebagai alat cetak. Bagi Anda yang masih bingung, berikut ini adalah cara kerja dari printer 3D.

  1. Mendesain
Sama seperti jenis printer pada umumnya, 3d printing juga mengharuskan Anda untuk mendesain model yang ingin dicetak. Apabila Anda ingin menggunakan 3D printer, maka tentu saja model yang didesain harus berbentuk 3D. Untuk mendesain model cetakan, Anda bisa menggunakan aplikasi khusus seperti sofftware animasi 3D atau auto CAD. Semua tergantung dari kemampuan Anda dan peruntukannya. Misalnya Anda ingin membuat desain 3D boneka, maka sotware yang bisa dicoba adalah software desain 3D. Software 3D ini bisa diinstal dengan mudah di PC atau laptop.

  1. Mencetak
Apabila Anda sudah selesai membuat desain model 3D. Langkah selanjutnya tentu saja mencetaknya langsung di alat printer 3D yang dimiliki. Untuk proses percetakan, waktu yang dibutuhkan sangat tergantung dari ukuran model yang ingin dicetak. Jadi semakin besar modelnya maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk bisa menghasilkan objek sesuai dengan keinginan.

  1. Tahap penyelesaian
Cara kerja 3d printing selanjutnya adalah tahap penyelesaian. Dalam proses ini, Anda bisa bisa menghaluskan atau membersihkan bagian printer yang dianggap kurang sempurna. Hasil cetakan bisa langsung Anda lihat pada printer 3D.


Bagaimana? Cara kerjanya sangat simpel dan mudah bukan? Dibandingkan dengan printer 2D biasa, tentu saja printer 3D ini dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal. Saking berkualitas dan terkenal printer 3D maka semakin mahal pula harganya. Namun, tidak perlu khawatir karena Anda yang ingin membuat cetakan 3D tidak harus membeli alat printernya. Sebab saat ini sudah banyak jasa yang menyediakan layanan 3d printing yang bisa memenuhi kebutuhan Anda.